Jumat, 30 April 2010

Global warming

Apa sih itu global warming? Global warming adalah peningkatan suhu pada bumi yang menyebabkan bumi kita yang kita cintai ini, menjadi lebih panas dan mempercepat mencairnya Es di kutub utara atau selatan.
Mengapa bisa terjadi Global warming? Karena ada 2 hal yaitu dari alam itu sendiri dan dari ulah manusia ,namun yang paling banyak adalah ulah manusia yaitu seperti banyak gas CNF ( carbon sulfate) ,carbon monoxide yaitu gas yang berasal dari asap, CFC berasal dari asap pabrik yang paling banyak, survey mengatakan bahwa asap CFC itu yang dapat menipiskan ozon , dulu sekitar tahun 1840 ozon(O3) itu tebalnya sekitar 14 km dan tahun 2006 O3 sekarang menjadi 8 km dan CFC yang menjadi penyebab utamanya , yaitu mungkin setiap 50 thn O3 akan menipis , sedangkan carbon monoxide berasal dari asap kendaraan mobil atau kendaraan bermotor gas ini tidak terlalu berbahaya namun apabila dibiarkan begitu saja akan terjadi dampaknya ,yaitu tumbuhan akan mati Karena kekurangan CO2 dan apabila tumbuhan terlalu banyak menyaring dan tidak diberi waktu agar menghirup CO2 tumbuhan akan mati seketika dna apabila banyak tumbuhan yang mati atmosphere tidak akan mendapatkan H2O dan ozon akan menipis inilah yang menjadi penyebabnya.
Apakah dampak dari Global warming ? dampak dari global warming :
1.Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik
2. Muka air laut akan naik menenggelamkan pulau serta menimbulkan banjir di wilayah pesisir dan daerah sekitarnya
3.Berubahnya pola iklim ,terutama yang mengandalkan musim hujan seperti pertanian padi .suhu bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan permukaan sehingga ketersedian air bersih menjadi langka .
4.Meningkatnya risiko kebakaran hutan pada musim kemarau
Bagaimana kita bisa mengurangi dampak Global warming ? kita bisa mengurangi dampak global warming dengan: 1.mengurangi pemakai kendaraan pribadi dengan menggunakan angkot,bus atau sejenisnya
2.mengurangi pemakaian listrik karena dapat menyebabkan sampah listrik
3.mengurangi memakai green house yang menggunakan kaca karena dapat banyak mengundang sinar ultraviolet

0 komentar:

Posting Komentar

penyebab Global warming

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.